<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087</id><updated>2012-02-16T01:02:32.460-08:00</updated><category term='Puisi Kehidupan'/><category term='politik'/><category term='Indonesia'/><category term='mimpi dan cita-cita'/><title type='text'>Cahaya Suci Keutamaan</title><subtitle type='html'>- Sosial Politik Indonesia
- Impian, cita-cita dan harapan
- Puisi kehidupan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-3828268001619981678</id><published>2010-04-04T21:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T21:39:02.171-07:00</updated><title type='text'>SAYAP UNTUK TERBANG</title><content type='html'>Perut saya kian hari kian membesar. Dalam hitungan enam bulan, saya seperti menyembunyikan sebuah balon di dalam perut saya. Seorang rekan kerja saya juga memperhatikan perut saya dengan pandangan yang ‘amazing’. “Bagaimana rasanya? Sudah ada gerakan-gerakan?” Tanyanya suatu ketika sambil memandangi perut saya. “Mmmm…. Rasanya amazing…sulit dibayangkan ada makhluk hidup sedang tumbuh di perut saya… Sudah ada gerakan-gerakan halus seperti gelembung udara…blup-blup-blup….”, kata saya sambil tertawa. Dia pun ikut tertawa sambil mengatakan keinginannya untuk segera menikah. Hanya saja belum siap secara mental. Saya hanya diam.&lt;br /&gt; Tiba-tiba saja saya teringat komentar salah satu anak freelance di kantor kami beberapa pekan lalu. Ketika rekan-rekan kantor saya mulai sibuk mengomentari kehamilan dan pertambahan berat saya yang amat sangat drastis itu, ia tiba-tiba saja mengeluarkan komen yang mengejutkan, “saya ingin sekali punya anak”. Saya tersenyum, sambil ingin menyuruhnya cepat menikah. Tetapi belum-belum satu kata keluar dari mulut saya, ia melanjutkan kembali kalimat yang ia gantungkan, “tapi saya sudah punya sindrom baby blues… Kalau saya punya anak di usia saya saat ini, maka kalau dihitung-hitung waktu kebebasan saya hanya tiga tahun. Untuk sekolah sampai strata 1 saja memakan waktu hingga 22 tahun, usia saya sekarang 25 tahun. Kalau saya menikah dan punya anak di usia ini, maka kebebasan saya hanya tiga tahun. Bagaimana karir saya?”&lt;br /&gt; Saya hanya diam. Alasan klasik. Tetapi atas nama penghargaan terhadap perbedaan pemikiran, saya menghargainya. “Ketika saya nanti punya anak, saya ingin benar-benar mengurusnya. Saya ingin menjadi ibu yang baik bagi anak saya. Tapi ya…. Kalau punya anak saat ini konsekuensinya berat” ia berucap sambil memandang layar komputernya. “Alasan klasik perempuan masa kini,” saya berujar dalam hati. Pernikahan, dalam hal ini kehadiran suami dan terlebih anak, seringkali diidentifikasikan sebagai sebuah stagnasi dalam berkarir, bahkan ekstrimnya penurunan. &lt;br /&gt; Padahal nyatanya tidak demikian. Suami dan anak memang akan menjadi penyebab stagnansi karir perempuan, jika perempuan ingin berfikir demikian. Dalam mind set perempuan tipe ini, keruwetan mengurus urusan rumah tangga akan membuat banyak energi perempuan keluar. Akibatnya, perempuan tidak lagi punya energi yang cukup untuk pekerjaannya. Akhirnya hanya tiga pilihannya: tetap fokus pada pekerjaan sedangkan anak terbengkalai, keluar dari kantor karena kelelahan atau dipecat atasan karena pekerjaan yang tidak beres.&lt;br /&gt;Namun jika perempuan mau menggunakan kaca mata yang berbeda, maka suami dan anak sesungguhnya pemompa semangat dalam berkarir ataupun eksistensi diri. Mengenai pembagian waktu antara pekerjaan dan anak sepertinya sudah ada seribu satu macam tulisan membahas masalah ini. Akan tetapi yang ingin saya tekankan adalah mengenai mindset perempuan terhadap keluarga dan eksistensi diri. Berkeluarga, memiliki anak, jika perempuan ingin pandang sebagai sebuah kekuatan baru, maka pada hakikatnya mereka memang sebuah kekuatan baru bagi kita untuk melecut eksistensi diri. &lt;br /&gt;Mereka, pada hakikatnya, adalah sayap baru yang lebih kuat dan lebih kokoh, dari milik kita sebelumnya, untuk terbang mencapai impian-impian kita. Kehadiran anak memang akan mengambil waktu-waktu yang kita miliki. Akan tetapi, saya melihat, dengan hadirnya anak maka kita akan semakin dituntut untuk membuktikan kepada anak eksistensi diri kita. Maksudnya adalah, begitu banyak orang tua menginginkan anaknya menjadi orang yang hebat. Entah menjadi dokter, pengacara, insinyur, apapun profesinya, intinya mereka menginginkan anak mereka sukses. Akan tetapi pertanyaan selanjutnya adalah, sudahkah kita memberikan contoh kesuksesan yang kita inginkan kepada anak-anak kita? &lt;br /&gt;Saya tidak akan berpanjang-panjang dalam masalah ini, namun saya sadar, eksistensi kita dalam berkarir ataupun berkarya harusnya terlecut dengan hadirnya keluarga. Sebab kepada anak, saya ingin dia melihat, merasakan dan akhirnya belajar dari saya sendiri untuk menjadi sukses. Saya tidak ingin menjadi ibu masa kini kebanyakan, yang permissive untuk tidak melakukan eksistensi diri setelah berkeluarga. Pada akhirnya nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak-anak mereka adalah “Nak, tidak perlulah cepat berkeluarga, raih dulu kesuksesanmu…Nanti anak-anakmu mau dikasih makan apa?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jelas oposisi ibu-ibu jenis ini. Sebab keluarga adalah sayap baru saya untuk terbang meraih mimpi. Sedangkan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitria Nur Fadhilah&lt;br /&gt;(Ditulis untuk Khalifah -Majalah Motivas dan Inspirasi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-3828268001619981678?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/3828268001619981678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=3828268001619981678' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3828268001619981678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3828268001619981678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2010/04/sayap-untuk-terbang.html' title='SAYAP UNTUK TERBANG'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-7844514881279210347</id><published>2010-04-04T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T21:37:48.402-07:00</updated><title type='text'>9 Bulan : Masa Indoktrinasi</title><content type='html'>Masa trimester pertama kehamilan bagi mayoritas perempuan adalah masa terberat. Masa ini merupakan penyesuaian bagi organ tubuh selain untuk menyesuaikan diri dengan adanya janin di rahim. Organ yang paling ‘shock’ terhadap kehadiran si janin adalah lambung. Maka kemudian wajar saja ketika mayoritas perempuan yang tengah hamil mengalami mual-mual atau bahkan sampai muntah dan tidak memiliki nafsu makan.&lt;br /&gt;Meski tidak menderita rasa mual yang cukup parah, namun saya sempat ‘frustasi’ di trimester pertama kehamilan saya. Frustasi, karena jujur saja saya paling benci menderita rasa mual yang terkadang berujung pada muntah. &lt;br /&gt;Karena saya memiliki magh yang cukup akut, maka rasa mual tersebut mengingatkan saya pada hari-hari panjang saya muntah-muntah sepanjang hari tanpa henti. Belum lagi dengan selang infuse yang akan hinggap di tangan saya selama berhari-hari. Sungguh saya trauma sekali di masa kehamilan ini akan berujung sama seperti ketika saya terkena magh, sehingga saya harus masuk rumah sakit.&lt;br /&gt;Kefrustasian saya akhirnya berujung pada comment saya di wall facebook salah seorang teman saya. “Sopiiiiii….rasanya mau cepet-cepet aja ngelahirin…..” Begitu tulisan saya kurang lebihnya. Saya ingin sekali, selain cepat-cepat melihat bayi mungil saya, juga melewati masa kehamilan yang menurut saya ‘berat’ untuk masa-masa mual yang saya alami.&lt;br /&gt;Esoknya tiba-tiba teman saya menelfon, “Pipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttt…dudul banget sih…” waduh, tiba-tiba saya sudah disemprot olehnya di awal percakapan. “Kandungan itu adalah tempat paling aman buat bayi lo… Ga ada orang yang bisa mempengaruhi bayi lo, selain lo sendiri”. Ucapannya benar. Selama Sembilan bulan, kita memiliki waktu untuk ‘mengindoktrinasi’ perilaku, pola pikir, dan banyak hal pada janin kita. Dan hanya kita –ibunya- yang dapat melakukan itu. Tanpa sedikitpun akan mendapat intervensi dari orang lain. &lt;br /&gt;“Cinta janin hanya untuk lo seorang. Dan lo hanya akan menjadi satu-satunya yang bisa janin rasakan sebagai orang yang mencintainya. Maka cintailah dia sepuasnya saat ini. Di Sembilan bulan yang sangat singkat ini.” Tanpa tedeng aling-aling dia terus menasehati saya, tanpa sanggup saya sela. “Nanti kalo dia udah brojol ke dunia. Elo sendiri yang repot, cintanya akan terbagi. Gak Cuma ke elo, tapi ke lingkungan sekitar, teman-temannya, sahabatnya, atau bahkan laki-laki/perempuan yang akan menjadi pasangannya. Saat itu entah lo akan menempati urutan keberapa”. &lt;br /&gt;Cess…. Seperti sebuah pisau yang menancap dalam ke dada saya. Benar nasihatnya. Yang paling menyedihkan adalah kenyataan bahwa setelah nanti bayi saya hadir di dunia ini, maka mau tidak mau, cintanya akan terbagi. Dan kita tidak lagi dapat mengintervensi seberapa besar porsi cinta yang harus ia berikan pada kita. Semuanya menjadi otoritas pribadi miliknya. &lt;br /&gt;“Makanya…nikmatin aja masa Sembilan bulan ini. Sebentar doang kok….” Begitu statement terakhir dari teman saya. Memang benar, masa Sembilan bulan hanya masa yang singkat, jika dibandingkan dengan usia rata-rata manusia. Maka sudah seharusnya di masa kehamilan ini saya benar-benar menikmatinya, meski terkadang harus diinterupsi dengan rasa mual. Nikmati saja.&lt;br /&gt; Maka kepada seluruh ibu yang tengah mengandung, mari kita nikmati kehamilan kita. Jangan pula lupa, semaikan banyak cinta kepada janin, agar nantinya ketika ia lahir ke dunia, meski cintanya akan terbagi, namun kita mendapatkan porsi yang paling besar. &lt;br /&gt;Jangan pula lupa mengajak janin kita berbicara dan tanamkan indoktrinasi-indoktrinasi agama dan kebenaran, yang nantinya akan ia jadikan pegangan ketika hidupnya. Ingat, masa golden age adalah 0-7 tahun. Di usia dini inilah justru kita harus tanamkan sebanyak mungkin indoktrinasi kebaikan. Sebab ketia ia lahir, lingkungan dari segala penjuru mata angin akan ‘menyerbunya’ dan  ikut pula membentuk pola fikir dan tingkah lakunya. Jika ia memiliki lingkungan yang baik, dan kita memberika indoktrinasi yang baik pula, maka insyaa Alloh, anak kita akan menjadi anak yang baik. Dan meskipun lingkungan memberikan pengaruh buruk, namun kita telah memberikan indoktrinasi kebaikan sejak dini, anak kita –insyaa Alloh- tetap akan menjadi anak yang baik. Namun jika lingkungannya sudah memberikan pengaruh yang buruk ditambah ketiadaan indoktrinasi, maka anak seperti apa yang akan terbentuk dari dua keadaan buruk di atas? Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;Kalau difikir, memang benar ternyata, masa mengandung adalah masa paling aman bagi anak kita.&lt;br /&gt;“audzu bikalimatillahittaammaati min syarri ma kholaq”&lt;br /&gt;“Duhai Tuhan, aku berlindung dengan kalimat kebaikan-Mu dari segala kejahatan makhlukmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitria Nur Fadhilah&lt;br /&gt;(Ditulis untuk Khalifah -majalah motivasi dan inspirasi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-7844514881279210347?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/7844514881279210347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=7844514881279210347' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/7844514881279210347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/7844514881279210347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2010/04/9-bulan-masa-indoktrinasi.html' title='9 Bulan : Masa Indoktrinasi'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-7196536803685670190</id><published>2010-04-04T21:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T21:36:00.647-07:00</updated><title type='text'>Pada suatu waktu dan waktu-waktu yang lain</title><content type='html'>Pada suatu waktu, aku pernah benar-benar berharap Tuhan datangkan padaku seseorang yang benar-benar mencintaiku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada waktu-waktu yang lain, aku pernah benar-benar berharap hidup sendirian saja, cukup dengan mengejar impian hingga ia menjadi kenyataan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Tuhan mendatangkanku seseorang dari dunia khayalku yang memberikan cintanya padaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada waktu-waktu yang lain, Tuhan membuatku berhenti berkhayal tentang pangeran khayalan, dan mendudukkanku dalam dunia realita, bahwa pangeran khayalan hanya indah untuk dikhayalkan, namun tidak indah dalam wujud nyata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu waktu, Tuhan memberikanku kebahagiaan untuk saling mencintai…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada waktu-waktu yang lain, Tuhan mencobaku dalam proses itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya kupahami,&lt;br /&gt;Tuhan akan selalu memberikan kita banyak kenikmatan…&lt;br /&gt;Tapi tentunya,&lt;br /&gt;Tuhan akan pula memberikan kita cobaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab malam akan selalu hadir selepas siang…&lt;br /&gt;Dan kering kerontang akan selalu diikuti lebat hujan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pekerjaan kita adalah bagaimana menikmati postulat Tuhan itu…&lt;br /&gt;Tetap tersenyum di sela tangis…&lt;br /&gt;Dan tetap menangis di sela senyum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuala Lumpur,&lt;br /&gt;00:15&lt;br /&gt;11.09.09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-7196536803685670190?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/7196536803685670190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=7196536803685670190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/7196536803685670190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/7196536803685670190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2010/04/pada-suatu-waktu-dan-waktu-waktu-yang.html' title='Pada suatu waktu dan waktu-waktu yang lain'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-2854944702736808299</id><published>2009-12-09T00:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-09T00:07:23.875-08:00</updated><title type='text'>Suamiku, aku rela meninggalkanmu…</title><content type='html'>“Apabila kepentingan perkawinan bertumbukan dengan kepentingan dakwah kepada Allah, maka perkawinan akan berhenti dan kepentingan dakwah akan terus berlanjut dalam semua kegiatan dan kehadiranku…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Zainab Al-Ghazali)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang dikatakan Zainab Al-Ghazali sebelum menikah dengan suaminya Muhammad Salim. Bagi Zainab, pernikahan tidaklah boleh menjadi alasan bagi dirinya untuk melemah atau bahkan absen dari kontribusi terhadap da’wah. Untuk menjaga hal ini Zainab bahkan tidak meminta mahar kepada calon suaminya saat itu. Baginya, cukup janji calon suaminya untuk tidak melarang dirinya menunaikan tugas di jalan Allah SWT sebagai pengganti atas maharnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubaib bin Maslamah al-Fahri seorang panglima perang memiliki istri yang juga merupakan prajurit dalam pasukannya. Sebelum berperang melawan pasukan Romawi, istrinya bertanya, “Di mana aku menemuimu bila perang telah berkecamuk dan barisan pasukan bercerai-berai?”. Dia menjawab, “Kamu akan menemuiku di tenda panglima Romawi atau di Syurga”. Setelah perang berkecamuk, dan Allah SWT memberikan kemenangan kepada tentara muslim, Hubaib segera menuju kemah panglima Romawi untuk menunggu istrinya. Namun ternyata, istrinya telah berada di tenda panglima pasukan Romawi terlebih dahulu. Pernikahan tidak membuatnya terlena sebagai prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Imarah (Nusaibah binti Ka’ab) menjadi tameng bagi Rasul saat perang uhud. Atas keperkasaannya ini hingga suatu saat Rasul mengucapkan, “Aku tidak menoleh ke kiri dan ke kanan pada perang Uhud, melainkan aku selalu melihatnya berperang melindungiku”. Ummu Imarah tetap sigap, meski ia sudah menjadi seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan, tidak membuat peran ketiga perempuan tersebut memudar dari ranah da’wah. Pernikahan justru membuat kontribusi mereka berlipat ganda dalam menghidupkannya. Ranah yang kini kerap kali ditinggalkan oleh para perempuan ketika memasuki pernikahan. Mereka cenderung terjebak dalam aktivitas domestik, hingga melupakan tanggung jawabnya dalam berda’wah di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan masa kini dan pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan, sebelum menikah seringkali lebih banyak mengisi aktivitas kesendiriannya dengan hal-hal yang bersifat pemenuhan ke-egoan dibandingkan untuk memenuhi panggilan da’wah. Semua kegiatan dilakoni dengan judul “mumpung belum menikah”. Perbincangan pra menikah pun lebih sering mengenai impian-impian mengenai siapa dan bagaimanakah sosok ‘pangeran berkuda putih’nya akan datang, dibandingkan langkah-langkah besar apa yang akan dilakukan untuk da’wah bersama pangeran tersebut.&lt;br /&gt;Sedangkan setelah menikah, perempuan seringkali terjebak dalam pemikiran sempit mengenai kewajiban seputar urusan rumah tangga. Sehingga persiapan yang dilakukan menjelang pernikahanpun, hanya berkisar bagaimana memasak masakan yang lezat, mencuci baju yang bersih kemudian menyetrikanya hingga licin. Bahkan, ketika memiliki buah hati, perempuan –lagi-lagi– terjebak dalam rutinitas mengurus anak, setelah sebelumnya hanya mengurus suami. Soal da’wah? Urusan belakangan, bila sempat, “Namanya ibu-ibu, maklumlah…”, selalu begitu dalihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah menikah perempuan menjadi jumud, statis dalam berda’wah karena hanya memerankan peranan domestik. Padahal perempuan hadir di dunia ini tidak sekedar untuk menjadi isteri dan ibu. Perempuan lupa, bahwa ia juga hamba Allah yang memiliki kewajiban berda’wah, status yang sama dipikul oleh kaum lelaki. Sebagaimana Allah berfirman, “Orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang makruf dan mencegah yang mungkar.” (At Taubah: 71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kealfaan Perempuan Masa Kini dalam Menyusun Konsepsi Berda’wah Setelah Menikah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Mengapa pula manusia-manusia super pemberi kontribusi besar bagi kebangkitan Islam lebih banyak lahir di masa lalu? Jawabannya jelas, perempuan masa kini alfa untuk menyusun konsepsi da’wahnya setelah menikah. Hal yang tidak dilakukan oleh perempuan-perempuan hebat pencetak sejarah dan juga penghasil generasi bersejarah di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya pernikahan bagi kebanyakan perempuan saat ini hanya sekedar penambahan, satu ditambah satu menjadi dua. Sehingga dalam berda’wah, bila sebelumnya kita sendiri, sekarang menjadi berdua. Cukup sampai di situ. Bahkan, lebih sering pernikahan menjadi pengurangan. Perempuan, karena mengurus pasangannya, kekuatannya dalam berda’wah menjadi surut, dan sisa hanya tinggal setengah. Naudzubillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal pernikahan sejatinya bukanlah sekedar pertambahan, satu dengan satu sehingga menjadi dua. Apalagi menjadi pengurangan. Pernikahan sejatinya adalah pelipatgandaan seseorang menjadi lima, sepuluh, bahkan seratus. Sehingga bersatu padunya dua insan manusia di dalam mahligai pernikahan, akan menjadikan kontribusinya pada da’wah berlipat ganda. Berlipat ganda bukan sekedar akan memiliki anak 5 atau bahkan sepuluh. Namun lebih pada kekuatan tempurnya dalam da’wah yang menjadi berlipat ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila konspesi ini dimiliki oleh perempuan sebelum menikah, maka pernikahan tidak akan menjadi gerbang kejumudan bagi perempuan. Tetapi justru merupakan gerbang perubahan, menuju langkah-langkah besar dalam berda’wah. Dari awalnya sendirian menjadi berjama’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan justru tidak membuat Zainab Al-Ghazali lebih permisif dalam aktivitas kejama’ahannya di ranah publik. Meski ia juga memiliki kewajiban di dalam rumah tangga, namun itu tidak menjadi alasan. Ia bahkan jauh lebih produktif setelah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Istri Hubaib sang panglima perang, kisah di atas membuktikan bahwa di dalam perang tersebut sang istri begitu tangkasnya dalam berperang hingga mampu mendahului Hubaib masuk ke kemah panglima perang. Begitupula dengan Ummu Imarah, yang tetap sigap dan mampu menjadi tameng Rasul, meskipun status ibu-ibu tengah di sandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What Women Should do…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menikah, perempuan harus sudah menyiapkan rencana besar mengenai langkah-langkah pelipatgandaan diri dalam kontribusinya dalam da’wah. Hal-hal apa sajakah yang menjadi kewajiban dan keharusan baginya yang dilakukan untuk da’wah setelah menikah. Begitupula dengan hal-hal yang tidak bisa dinegosiasikan ataupun dikompromikan untuk da’wah meski di dalam pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sudah menikah, dan belum memiliki konsepsi kontribusi da’wah yang jelas, maka tidaklah terlambat untuk menyusunnya saat ini. Bersama suami bahkan lebih baik dan indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompromi di dalam pernikahan adalah sebuah kemutlakan. Tetapi tidak ada kompromi dalam hal minusnya kita dari da’wah. Maka semoga kita diberikan cukup kekuatan untuk mampu seperti Zainab, Istri Hubaib ataupun Ummu Imarah dalam berda’wah. Semoga pula kita mampu seperti Zainab yang mampu berucap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kini aku mohon agar kau mau memenuhi janjimu itu. Jangan bertanya aku bertemu dengan siapa. Dan aku memohon dari Allah agar pahala jihad ini dibagi antara kita berdua bila Dia berkenan menerima baik amalku ini.&lt;br /&gt;Aku menyadari, memang hakmulah untuk memberikan perintah kepadaku untuk aku patuhi. Akan tetapi Allah SWT dalam diriku lebih besar dari diri kita dan panggilanNya terasa lebih agung”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pula bila pernikahan menuntut kita meninggalkan da’wah, kita mampu berucap :&lt;br /&gt;“Suamiku, maafkan aku, bila kau menghalangiku dari da’wah, sungguh aku rela meninggalkanmu….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitria Nur Fadhilah &lt;br /&gt;Writer_preneur&lt;br /&gt;(Lihat majalah Khalifah, rubrik sekar masa)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-2854944702736808299?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/2854944702736808299/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=2854944702736808299' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/2854944702736808299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/2854944702736808299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2009/12/suamiku-aku-rela-meninggalkanmu.html' title='Suamiku, aku rela meninggalkanmu…'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-3003014292407777513</id><published>2009-06-20T00:50:00.000-07:00</published><updated>2009-06-20T00:54:57.840-07:00</updated><title type='text'>Undangan Pernikahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVx0FcVGI/AAAAAAAAACo/FkHBmLW9NUc/s1600-h/Undangan+3.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVx0FcVGI/AAAAAAAAACo/FkHBmLW9NUc/s400/Undangan+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349315140436907106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVmQd987I/AAAAAAAAACg/gwtWmIDk5Mw/s1600-h/Undangan+2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVmQd987I/AAAAAAAAACg/gwtWmIDk5Mw/s400/Undangan+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349314941897536434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVarqqanI/AAAAAAAAACY/pslxj3PAJow/s1600-h/Undangan+1.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 219px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVarqqanI/AAAAAAAAACY/pslxj3PAJow/s400/Undangan+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349314743040109170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengucap rasa syukur kepada Allah, Rabb pencipta alam semesta, atas karunia dan curahan cinta yang diberikan kepada-Nya untuk kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman, Insyaa Alloh Pipit akan melangsungkan akad nikah dan resepsi, pada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari : Sabtu, 4 Juli 2009&lt;br /&gt;Tempat : Islamic Centre Iqro, Jatimakmur, Pondok Gede&lt;br /&gt;Waktu : Akad : 13.00 - 15.00&lt;br /&gt;            Resepsi : 16.00 - 20.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan lebih lengkap, lihat undangan yang pipit attach ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS : Maaf baru ngabarin, soalnya undangannya baru aja jadi, terus terjadi berkali-kali perubahan. Jangan lupa datang ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-3003014292407777513?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/3003014292407777513/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=3003014292407777513' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3003014292407777513'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3003014292407777513'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2009/06/undangan-pernikahan.html' title='Undangan Pernikahan'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SjyVx0FcVGI/AAAAAAAAACo/FkHBmLW9NUc/s72-c/Undangan+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-5836349157283507778</id><published>2009-03-02T05:24:00.000-08:00</published><updated>2009-03-02T05:33:13.151-08:00</updated><title type='text'>Menangislah</title><content type='html'>Menangislah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Sejenak saja,&lt;br /&gt;Jangan berlama-lama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah...&lt;br /&gt;Biarkan bulir-bulir air mata yang keluar mengobati lukamu...&lt;br /&gt;Tetapi sebentar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah...&lt;br /&gt;Biar jadi lapang hatimu...&lt;br /&gt;Tetapi sesengguk saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah...&lt;br /&gt;Untuk semua duka dan penatmu...&lt;br /&gt;Sebab itu menunjukkan kelembutan hatimu...&lt;br /&gt;Perempuan.&lt;br /&gt;Tetapi tidak perlu berlama-lama...&lt;br /&gt;Sebab itu menunjukkan ketegaran yang kau miliki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah...&lt;br /&gt;Biar itu jadi obat hatimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangislah...&lt;br /&gt;Tetapi jangan berlama-lama,&lt;br /&gt;sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tanjung Bojong-Lampura&lt;br /&gt;Sabtu 21 feb 2009&lt;br /&gt;(sesudah mendengar ceramah ibu baik hati tentang menangis)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-5836349157283507778?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/5836349157283507778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=5836349157283507778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/5836349157283507778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/5836349157283507778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2009/03/menangislah.html' title='Menangislah'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-7984328430936980480</id><published>2009-01-19T05:20:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T05:21:50.754-08:00</updated><title type='text'>Rekam Jejak Perjalanan ke Lampung III</title><content type='html'>Perjalanan Ketiga 15-17 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at, 16 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepenggal perjalanan di Lampung&lt;br /&gt;Dengan adanya keputusan MK mengenai suara terbanyak dalam pemilu membuat konstalasi sosial politik Indonesia sedikit berguncang. Seperti yang saya alami hari ini. Kesimpangsiuran informasi dan tidak tertata rapihnya koordinasi partai membuat banyak hal menjadi abu-abu dan tidak pasti. Partai ini sedikit bergemuruh. Wajar memang. Mengingat tentunya banyak kepentingan ikut terpengaruh akibat keadaan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang peneliti politik, saya melihat keputusan MK ini mendatangkan dua konsekuensi, positif dan negative. Konsekuensi positif ini dapat dilihat dengan diangkatnya kedudukan pemilih sebagai bandul penentu keterpilihan anggota dewan. Siapa yang paling banyak dikenal dan disenangi rakyat, maka dialah yang terpilih. Namun negative-nya adalah kemungkinan terbukanya money politic semakin luas. Sebab orang akan berlomba-lomba untuk mendapatkan suara pemilih sebanyak-banyaknya dengan mekanisme apapun, halal ataupun haram. Dan hal yang termudah –mengingat pemilih Indonesia kebanyakan adalah pemilih tradisional- adalah dengan cara money politic. Selain itu, kemungkinan seorang public figure untuk terpilih jauh lebih besar ketimbang akademisi-akademisi brilian yang ditempatkan partai untuk mengkonsepsikan UU nantinya di legislative, mengingat popularitas public figure jauh lebih besar, sehingga tingkat elektabilitasnya pun akan lebih besar pula. Tapi yang jelas keadaan ini memang membuat konstalasi politik sedikit berguncang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, tentang perjalanan ke Lampung hari ini, saya mendapatkan sebuah perjalanan berharga. Ya… saya semakin percaya bahwa Alloh tidak tunduk pada teorema dan postulat manapun. Kehendak Alloh bukanlah variabel linear yang dapat diterjemahkan. Juga tidak seperti siklus air, yang bilamana air menguap menuju awan dan kemudian terjadi kondensasi, maka akan terbentuk hujan. Terkadang kehendak Alloh seperti hujan turun yang kemudian diikuti dengan sinar matahari di kesudahannya, sehingga terbentuklah pelangi sebagai ending dari kesemuanya. Namun bahkan kehendak Alloh seperti gerimis yang datang di pagi hari, dan diikuti dengan hujan deras di siang hari. Namun, apapun kehendak-Nya, tapi yang jelas itu indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan kondisi apapun itu, yang jelas saya tahu tahu, dengan kehendak itulah Alloh menginginkan kita mekar dan tumbuh. Idealnya memang bunga cantik akan mekar dengan indah lewat alam sejuk dan bersahabat, dengan komposisi terik matahari dan deras hujan yang seimbang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bukan berarti ia tidak mampu mekar dan merekah di tengah panas terik ataupun deras hujan. Sebab dalam keadaan apapun itu, sebuah bunga harus tetap merekah. Tidak bisa tidak. Itu sebuah keharusan, postulat yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 17 Januari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya kami merencanakan akan pulang pada tanggal 26 Januari 2009, namun karena sesuatu hal kami harus pulang lebih cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan dari satu desa ke desa lain, ataupun dari satu daerah ke daerah lain, selalu saja ada cerita-cerita menarik dari ibu baik hati. Sungguhan. Yang tentunya banyak hikmah yang terkandung di baliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak konsepsi ideal tentang pernikahan. Idelanya seorang suami adalah yang ber-…., ber-…., ber-….. Begitupula dengan seorang isteri, ada banyak konsepsi keideal-an yang banyak kita ciptakan. Ada berbagai teori keidealan yang diciptakan untuk menghasilkan hubungan yang harmonis. Tapi pada akhirnya saya berkesimpulan bahwa, tidak ada teori manapun yang benar-benar ‘benar’ mengenai konsep ideal pernikahan. Dalam perjalanan saya ke Lampung ini, saya diperlihatkan dengan berbagai kondisi pasangan suami isteri yang seharusnya tidak ideal, namun ternyata tetap mampu mendatangkan harmoni keharmonisan. Ada pasangan yang saya saksikan sendiri, mulai dari bangun tidur, hingga di malam hari akan tidur selalu berdebat, beradu argumen. Intinya bertengkar terus, tapi ternyata, keadaan itulah yang melahirkan cinta, yang membuat pernikahannya terus terjalin hingga usia mereka yang renta saat ini. Ya… justru dengan itulah lahir cinta. Persamaan diantara mereka, dengan sifat pasangan yang sama itulah yang menguatkan. Inilah konsepsi dimana persamaan menghadirkan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau ada sepasang suami isteri yang memiliki sifat yang sangat bersebrangan, satu A dan lainnya Z. Satu seperti angkasa, dan satunya seperti bumi. Tidak ada yang dapat menyatukan. Namun nyatanya, keluarga yang terbentuk adalah keluarga yang harmonis. Meskipun terkadang terjadi letupan di sana-sini. Namun, memang, perbedaan ada untuk saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pada intinya, dengan apapun dan dengan kondisi manapun kita ditakdirkan hidup dengan seseorang, maka apakah berakhir bahagia atau tidak, adalah tergantung bagaimana perjuangan kita untuk menciptakan kebahagiaan itu. Untuk mewujudkan bahwa persamaan yang ada itu akan menguatkan, dan perbedaan yang hadir untuk saling melengkapi.&lt;br /&gt;Terima kasih ibu baik hati, untuk kisah ini. Ada banyak konsepsi tentang pernikahan yang berubah dalam kepala saya. Benar-benar berubah. Saya sadar, bahwa dibalik makanan yang lezat ada koki yang hebat. Dan kelezatannya bukan terletak pada bahan-bahan dasar makanan, tetapi justru keahlian yang koki untuk menciptakan komposisi-komposisi racikan yang sempurna, sehingga terhidanglah makanan yang lezat sedemikian rupa. So, it depend on us!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi memiliki kebiasaan untuk menamai tidak hanya binatang, namun juga benda-benda-nya. Saya juga kurang tahu apa alasan pastinya, namun mungkin ditujukan agar tercipta ikatan hati antara si pemilik dan benda. Hehehe… biar romatis juga mungkin ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kemudian atas dasar kisah ini, ibu baik hati menyuruh saya memberikan nama pada mobilnya. Hehehe, lucu juga. Apa ya namanya… saya sedikit bingung juga saat itu. Hyundai Accent berwarna hitam. Apa ya namanya ya… yang romantis, biar tercipta ikatan hati…. Aha… saya punya ide : luvly black… seperti nama blog ini, mirip siy. Jdi bisa disingkat, LuBi… Hihihi, lucu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian : SUARA KEMPES BAN MOBIL ANDA TIDAK MUNGKIN TERDENGAR DARI DALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tampaknya harus mengingat benar-benar hal di atas. Dalam perjalanan pulang dari lampung kemarin ada cerita lucu. Setelah kapal mendarat, kami segera meluncur menuju Jakarta. Ya… sebagaimana kondisi jalanan yang ada di Indonesia (gak Cuma di Jakarta ternayata), banyaknya jalanan yang bolong-bolong membuat kami harus berjalan dengan pelan-pelan, ditambah dengan kondisi penerangan yang seadanya, komplit-lah sudah. Namun ada sebuah lubang yang ternyata cukup besar, yang terpaksa harus kami lewati, dan untungnya si Lubi tidak tersangkut, meskipun bunyi dentuman ban mobil yang menghantam lubang terdengar keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah itu ada suara seperti ban kempes… pesssss….pesssss….. (hehe, gatau gimana cara mendeskripsikannya dalam kata-kata). Kontan ibu dan saya jadi kaget. “Kempes ya bu? coba kita periksa dulu sebelum masuk tol”, kata saya, “kayaknya di sebelah kanan deh bu”. Si ibu lantas memeriksa sebelah kanan. Ketika ibu memeriksa ban sebelah kanan, dan saya masih di dalam mobil, saya masih mendengar suara yang sama. “Ga ada yang bocor”, kata si ibu. “Tapi pas ibu ngecek keluar, saya masih denger bu”. Saya jadi curiga, jangan-jangan ada binatang di dalam mobil, mungkin ular, atau kodok kejepit. Saya dan ibu akhirnya berdo’a-do’a. Setelah mendengar suara yang sama lagi, akhirnya kami memutuskan untuk membawa ke tukang tambal ban. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata si abang tukang tambal ban juga memiliki asumsi yang sama. Tidak ada kebocoran. Masih sedikit meragu dan lega juga, akhirnya kami berangkat. Namun, belum sampai pintu tol, suara yang sama kembali terdengar. “Tuh bu… denger kan suaranya?” saya mencoba meyakinkan diri saya dengan bertanya pada ibu baik hati. “Apa mau di cek lagi ni, sebelum kita masuk tol”. Bunyi yang sama kembali terdengar, namun saya jadi sedikit curiga. Karena suara tersebut sepertinya berasal dari sebelah kanan saya. Dan oalahhhh…. Ternyata bunyi itu berasal dari jus sirsak di dalam botol yang sepertinya mengembang, gat au karena apa, mungkin kepanasan ketika di kapal. Hahaha, pantes aja…  Jadi karena mengembang dan kepenuhan, si jus berusaha keluar dari botol, jadi deh bunyinya kayak gitu…. Hahaha, saya dan ibu baik hati jadinya cuma bisa ketawa-tawa…&lt;br /&gt;Jadi, bila dari dalam mobil anda terdengar suara ban kempes, maka pastikanlah bahwa tidak ada jus sirsak di dalam mobil anda :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-7984328430936980480?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/7984328430936980480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=7984328430936980480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/7984328430936980480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/7984328430936980480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2009/01/rekam-jejak-perjalanan-ke-lampung-iii.html' title='Rekam Jejak Perjalanan ke Lampung III'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-8482927711716983706</id><published>2009-01-19T05:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T05:20:49.631-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Tentang Kesenduan</title><content type='html'>Sepulang dari perjalanan kedua dari Lampung, seorang saudari saya meng-sms saya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fit, malam ini gw merasa sedih banget. Ada banyak hal yang terjadi yang membuat diri gw terluka. Tapi gw ga bisa bilang itu apa. Gw tahu saatnya pasti tiba. Tapi gw takut… Takut nerima semua itu… Ya Allh”&lt;br /&gt;(12 Januari 2009, 00:57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bingung harus bilang apa. Karena saya tahu, dia hanya butuh untuk mencurahkan perasaannya bahwa ia sedang bersedih. Itu saja. Tanpa perlu saya berkomentar apapun, atau memberikan nasihat. Saya tahu, ia hanya perlu memberi tahu bahwa ia bersedih. Perasaan saya saat ini seolah-olah seperti Ronan Keating dalam “When you say nothing at all”, dalam konteks saya memahami sendunya dalam kediamannya, bukan hal yang lain dalam lagu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, setelah membuat janji untuk bertemu dengannya, saya memberikan beberapa patah kata untuk menyemangatinya. Hal yang sama yang ia lakukan ketika saya sedang bersedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hujan masih turun,&lt;br /&gt;Dan awan masih dengan setia kelabu.&lt;br /&gt;Tampaknya juga tidak akan ada cahaya bulan malam ini, apalagi bebintang.&lt;br /&gt;Tapi kuharap hatimu tidak sesendu hujan dan awan di malam ini.&lt;br /&gt;Pun sendu, &lt;br /&gt;Semoga Alloh memberikan kekuatan hati padamu untuk menjalani malam ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau tahu, &lt;br /&gt;Hujan di tengah nyanyian kesenduannya sebenarnya merupakan puisi keberkahan dan hamparan rahmat-Nya.&lt;br /&gt;Tentang nikmat Tuhan yang tiada henti, dan terus tersambung.&lt;br /&gt;Seperti hujan malam ini, &lt;br /&gt;Yang menyambungkan antara kemegahan semesta langit dan kerendahan bumi. &lt;br /&gt;Sungguh luasnya nikmat Tuhan-Mu tidak terkira…&lt;br /&gt;Maka yakinlah dengan segala nikmat-Nya diantara sendu yang kau punya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… terkadang memang sendu datang tanpa permisi. Bahkan datang di saat sendu yang lain belum beranjak. Tapi yakinlah, bahwa sendu yang beruntun menerpa kita membuktikan keterpilihan kita sebagai hamba-Nya. Sebab Alloh tidak menimpakan masalah tanpa sebuah musabab, dan semoga ditujukan untuk mengangkat derajat kita sebagai hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, my luvly sista, juz remember :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita ini perempuan milik-Nya…&lt;br /&gt;Spesial…&lt;br /&gt;Diturunkan dari lelangit untuk bumi…&lt;br /&gt;Meski mungkin tidak secantik bidadari,&lt;br /&gt;Namun ketabahan kita dalam menghadapi badai hidup membuat bidadari cemburu…&lt;br /&gt;Maka jadilah perempuan yang penuh ketabahan…&lt;br /&gt;Biar Tuhan tetap jadikanmu perempuan spesial…&lt;br /&gt;Dan bidadari tetap cemburu padamu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(All poetry are written at halte komdak, 19.00. Selasa, 13 Januari 2009)&lt;br /&gt;-dedicated to my lovely sista azz, I love U-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-8482927711716983706?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/8482927711716983706/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=8482927711716983706' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/8482927711716983706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/8482927711716983706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2009/01/tentang-kesenduan.html' title='Tentang Kesenduan'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-113388504639362862</id><published>2009-01-19T05:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T05:18:50.889-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Rekam Jejak Perjalanan ke Lampung I</title><content type='html'>Perjalanan Pertama 11-14 Desember 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan saya pertama kali ke Lampung untuk menemani ibu baik hati berkampanye di Lampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai peneliti politik, perjalanan pertama saya ditujukan untuk mengumpulkan data-data lapangan mengenai keadaan kota dan pemilih Lampung. Secara umum dapat saya simpulkan bahwa mata pencaharian utama penduduk Lampung adalah sebagai petani. Sedangkan karakter pemilih penduduk Lampung merupakan pemilih tradisional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang campaign manager, ya… ini merupakan perjalanan yang menyedihkan. Dalam artian, begitu banyak yang mengernyitkan kepala-nya ketika saya diperkenalkan sebagai campaign manager ibu baik hati. May be because I’m look so young. Soalnya, kadang sebelum diperkenalkan selalu dikira anak ibu, atau orang berkomentar “Sekolahnya libur ya?” atau “Baru lulus SMA?” atau “kuliah dimana?” Hehehe, sebenernya seneng banget si, karena saya selalu dikira lebih muda dari umur saya, malah bisa hemat umur 4 tahun. Hanya yang membuat saya sedih adalah orang jadi tidak percaya dengan kemampuan saya, dengan melihat muka saya. Jadinya, saya tidak dapat ikut dalam setiap rapat-rapat struktur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang manusia (hihihi, emang peneliti bukan manusia :). Perjalanan kali ini merupakan sebuah pelajaran hidup, tentang cinta Alloh yang tiada berbatas kepada makhluk-Nya. Hati saya juga sangat berbunga-bunga. Wajah saya seringkali senyum-senyum sendiri sambil bersemu merah dan melihat langit sembari berbisik dalam hati “I Love U Alloh, really…” “I Love U so much”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hihihi, saya jadi tertawa malu sendiri.&lt;br /&gt;Ya… indah sekali rasanya mengungkapkan pernyataan-pernyataan cinta pada-Nya. Saya merasa sangat jatuh cinta pada-Nya (dan semoga untuk saat-saat yang akan datang, juga akan selalu jatuh cinta) dengan semua takdir-takdir indah-Nya, meski terkadang saya juga kebingungan untuk menginterpretasikan hikmah dibalik semua. Tapi yang pasti, saya tahu itu bukti kecintaan-Nya pada saya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan, &lt;br /&gt;Aku tahu dengan pasti,&lt;br /&gt;Cinta-Mu begitu besar padaku&lt;br /&gt;Hingga lautanpun tak mampu menampungnya,&lt;br /&gt;Jika cinta-Mu Kau tumpahkan.&lt;br /&gt;Juga angkasa tak sanggup melukiskan dalam kanvas-Nya,&lt;br /&gt;Bila ingin kulukiskan.&lt;br /&gt;Tuhan,&lt;br /&gt;Akupun mencintai-Mu. &lt;br /&gt;Begitu dalam.&lt;br /&gt;Begitu luas&lt;br /&gt;I Love You, always…”&lt;br /&gt;(ditulis di : Terbang Tinggi Besar, Lampung. 13 Desember 2008)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-113388504639362862?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/113388504639362862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=113388504639362862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/113388504639362862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/113388504639362862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2009/01/rekam-jejak-perjalanan-ke-lampung-i.html' title='Rekam Jejak Perjalanan ke Lampung I'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-8061227356685759331</id><published>2008-12-01T03:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T03:42:40.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>IKLAN POLITIK:  SEKEDAR PARODI PENGHIBUR RAKYAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abstraksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momentum Pilpres 2009 tampaknya menarik hati tokoh-tokoh politik untuk ikut berkontestasi. Hingga kini ada banyak nama yang disebut-sebut bakal memperebutkan posisi RI 1. Mulai dari SBY dan JK yang kini berposisi sebagai incumbent, elit-elit parpol seperti Sutrisno Bachir, Prabowo Subiyanto, Wiranto, Hidayat Nur Wahid, Sri Sultan, Akbar Tanjung , Yusril Ihza Mahendra, Gus Dur. Sampai kepada orang-orang di luar parpol semisal Sutiyoso, Rizal Ramli, Fadjroel Rahman dan Ratna Sarumpaet. Pengamat politik Rizal Malarangeng sebelumnya juga sempat berniat ikut ambil bagian, namun akhirnya menunda untuk mencalonkan diri dan akan kembali di tahun 2014. &lt;br /&gt;Berbagai manuver dilakukan tokoh-tokoh tersebut. Mulai dari mengunjungi tokoh sosial keagamaan untuk meminta dukungan hingga ’menggenjot’ popularitas mereka melalui iklan politik. Namun sepertinya strategi terakhir ini yang paling populer digunakan para capres untuk menaikkan tingkat popularitasnya. Bisa kita lihat dari marak bermunculannya iklan politik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, iklan politik yang ada hanya sekedar menawarkan parodi politik. Hanya menawarkan kelahiran calon superhero baru, yang benar-benar akan menjadi superhero apabila ia menjadi presiden. Jika tidak, maka masing-masing superhero akan kembali ke rumahnya masing-masing, beristirahat, sambil menyiapkan parodi serupa untuk Pemilu dan Pilres 2014. Alhasil dengan kondisi seperti ini, iklan politik ada yang sebatas parodi politik, sebuah lawakan penghibur hati rakyat yang kondisinya sedang susah. Sekedar memberikan bunga tidur bagi rakyat bahwa superhero akan datang besok pagi, menyelamatkan bangsa ini. Padahal –lagi-, ke-superhero¬-an mereka hanya sebatas ada di layar televisi. Sama seperti superman, batman ataupun X-Man yang ada di televisi, dan tidak mampu menjadi nyata dalam dunia realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iklan Politik : Munculnya Superhero Baru&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan terakhir ini rakyat dikagetkan dengan kehadiran Soetrisno Bachir (SB) dengan slogan ‘Hidup adalah Perbuatan’ yang memenuhi layar televisi, baliho-baliho di jalanan, radio, hingga bioskop. SB yang sebelumnya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, tiba-tiba saja masyarakat menjadi hafal dengan slogan ‘Hidup adalah Perbuatannya’, yang seolah-seolah mencitrakan dirinya telah melakukan kontribusi besar bagi bangsa, seperti kontribusi Chairil Anwar, Soe Hok Gie ataupun Harry Rusli yang ia catut namanya di dalam iklannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Publik juga tiba-tiba menjadi simpati dengan Wiranto, karena iklan politiknya yang mengkritisi Pemerintah soal kemiskinan yang terus saja melanda Indonesia. Tidak seperti yang selalu dikabarkan Pemerintah bahwa kemiskinan di Indonesia telah berkurang, Wiranto dalam iklan politiknya mengungkapkan bahwa Indonesia justru menjadi semakin miskin. Tidak ada perubahan yang berarti yang dialami bangsa ini, ini dilihat dari masih saja ada masyarakat yang memakan nasi aking sebagai panganan sehari-hari. Di dalam iklan politiknya, Wiranto digambarkan seolah-olah sebagai sang penyelamat bangsa, dan orang yang mampu membaca hati nurani bangsa. Hal ini diperkuat dengan adanya adegan Wiranto duduk bersama dengan rakyat sambil memakan nasi aking. Betapa meng-hero¬-nya Wiranto di sana. Padahal sebelumnya Wiranto merupakan ‘hantu’ di masa lalu. Oleh beberapa kalangan, ia masih dianggap bertanggung jawab kepada bangsa atas kasus Timor-Timur dan tragedi Mei 1998. Namun hadirnya iklan ini seolah ingin menghapuskan ingatan masyarakat atas bayangan masa lalunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prabowo Subiyanto juga ikut hadir dengan iklan politik yang hampir sama dan senada dengan Wiranto. Iklan politiknya yang mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan nasib petani dengan membeli barang-barang kebutuhan pokok di pasar tradisional, merupakan keinginannya untuk dicitrakan sebagai figur yang  sangat konsern terhadap rakyat kecil, dalam hal ini petani dan pedagang pasar tradisional. Ia juga ingin publik lupa terhadap dosa masa lalunya, sebagai Panglima Kostrad ia dinilai bertanggungjawab atas hilangnya mahasiswa-mahasiswa di tahun 1998. &lt;br /&gt;Sementara itu Rizal Mallarangeng, seorang tokoh muda, juga mencoba menyemangati bangsa dengan iklan politiknya yang terkenal dengan ungkapan “when there is a will, there is a way”. Rizal sebagai tokoh muda, mencoba mencitrakan dirinya sebagai pemuda yang penuh dengan ide perubahan terhadap permasalahan bangsa yang sangat kompleks ini dengan ungkapan sederhananya tersebut. Rizal seolah-olah ingin tampil sebagai orang baru –new hero- yang penuh dengan optimisme untuk memperbaiki bangsa yang tengah carut-marut ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY belakangan juga ikut latah membuat iklan politik, entah sebagai respon atas kritikan-kritikan yang ada atas kinerjanya atau hanya sebatas untuk menaikkan popularitasnya. Di dalam iklan politiknya SBY mengungkapkan keberhasilan-keberhasilan dirinya selama memerintah Indonesia. Menggunakan sumber data yang berbeda dengan Wiranto, SBY mengungkapkan bahwa kemiskinan di Indonesia telah berhasil dikurangi. Pengangguran juga ikut berkurang. SBY juga mengumbar pertumbuhan ekonomi selama kepemimpinannya merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi setelah Orde Baru. Akan tetapi pada intinya tetap sama, iklan politik yang ada hanya ditujukan untuk menggambarkan datangnya superhero baru, yang akan mengubah Indonesia dalam waktu sekejap. Bisakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Iklan Politik: Sekedar Untuk Menaikkan Popularitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada Firmanzah dalam buku Marketing Politik, iklan politik yang ada di Indonesia baru sekedar untuk menimbulkan citra politik, untuk membedakan atau mendiferensiasikan antara satu kandidat atau parpol dengan kandidat atau parpol yang lain. Diferensiasi ini dapat berakibat pada terjadinya perang citra antara satu kandidat atau parpol dengan kandidat atau parpol yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tercermin dari keseluruhan iklan politik yang penulis angkat di atas pada hakikatnya hanya bertujuan untuk meningkatkan citra dan popularitas masing-masing tokoh politik untuk Pemilu dan Pilpres 2009. Sehingga yang terjadi hanyalah perang citra. Bagaimana satu iklan yang ada ditujukan untuk menaikkan citra salah satu tokoh, tapi dalam kesempatan yang sama juga menurunkan citra tokoh lain. Misalnya, iklan Wiranto dan Prabowo yang ditujukan untuk menaikkan citra dan tentunya tingkat popularitas mereka. Pada waktu yang bersamaan, materi iklan keduanya merupakan kritik terhadap Pemerintahan saat ini.  Sebagai Presiden tentunya SBY-lah sasaran tembak keduanya. &lt;br /&gt;Citra politik ini tidak selalu mencerminkan realitas objektif. Suatu citra politik juga dapat mencerminkan hal yang tidak riil, imajinasi yang terkadang bisa berbeda dengan kenyataan fisik. Citra politik dapat diciptakan, dibangun dan diperkuat. Citra politik dapat melemah, luntur dan hilang dalam sistem kognitif masyarakat.  &lt;br /&gt;Keadaan ini dapat pula kita lihat dari iklan politik yang ada. Di mana selama ini iklan politik baru ditujukan untuk menaikkan citra seseorang, dengan cara apapun. Sehingga kemudian, banyak iklan politik yang ada melekatkan citra seseorang tokoh politik, dengan citra yang tidak riil. Para tokoh politik tersebut dalam iklan mereka ditampilkan seolah-olah sebagai tokoh yang berjasa besar bagi publik, seolah-olah telah melakukan kontribusi besar bagi bangsa, seolah-olah tanpa cacat, padahal dalam kenyataannya nol besar. Belum ada satupun kontribusi tokoh tersebut bagi bangsa. Bahkan parahnya, tokoh tersebut telah secara nyata merugikan bangsa di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SB misalnya, dalam realitanya ia hanya merupakan seorang pengusaha batik yang kemudian menjadi ketua umum PAN. Belum pernah ada dalam ingatan kita, kontribusi SB seperti kontribusinya Chairil Anwar yang telah memberikan puisi-puisi penyemangat bagi pahlawan Indonesia. Atau seperti Soe Hok Gie yang senantiasa kritis mengkritik pemerintahan Orde Lama saat itu melalui tulisannya. Dan juga seperti Harry Roesli yang melantunkan nyanyian-nyanyian berisi kritikan terhadap pemerintah. Tidak pernah tercatat sedikitpun bahwa SB adalah penulis puisi, esai ataupun penyanyi, seperti ketiga nama yang ia catut dalam iklan politiknya. Bahwa ia adalah seorang pengusaha batik yang kemudian menjadi ketua umum parpol, memang benar adanya. Namun tidak lebih dari itu. Di sini dapat kita lihat, bahwa moto hidup adalah perjuangan-nya SB hanyalah sebuah imajinasi yang ingin diciptakan dan dibangun SB kepada masyarakat, untuk seolah-olah menjadi sebuah realita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama dengan iklan politik milik Prabowo Subianto, apakah sebelum hadirnya iklan politik Prabowo masyarakat telah mengenal Prabowo sebagai seseorang yang memiliki konsern terhadap pedagang pasar dan petani. Atau pertanyaan yang lebih mendasar adalah, apakah dalam kesehariannya Prabowo juga belanja di pasar tradisional. Adalah sebuah kenyataan bahwa di atas pengakuannya sebagai pembela petani dan pedagang, Prabowo hidup dengan gaya mentereng, jauh berbeda dengan kaum yang hendak dibelanya. Akhirnya –lagi- publik dibuat kecewa dengan kenyataan bahwa iklan politik yang dibuat Prabowo adalah sekedar imajinasi yang hendak dibuat riil. Adapun kenyataan riil yang melekat di masyarakat adalah dirinya sebagai Panglima Kostrad di tahun 1998, Prabowo bertanggung jawab  atas hilangnya mahasiswa saat itu. Namun akhirnya publik melupakan hal ini, sebab Prabowo telah berhasil ‘meninabobokan’ publik dengan imajinasi barunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imajinasi politik serupa juga hendak ditanamkan Wiranto, yang seolah-olah paham benar dengan penderitaan rakyat dengan adegannya makan nasi aking. Padahal, Wiranto dinilai bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Timor-Timur dan tragedi Mei 1998. Sama seperti yang lainnya, Wiranto mencoba menjadi superhero dalam iklannya agar rakyat lupa. Iklan politik SBY juga sama, hanya ditujukan untuk menaikkan popularitas dan membuat imajinasi yang seolah riil. Meskipun SBY secara ekonomi dapat dikatakan lebih baik dibandingkan dengan presiden sebelumnya, tetap saja keadaan ekonomi Indonesia masih buruk. Tidak se-ideal gambaran SBY di dalam iklan politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Iklan Politik PDIP : Munculnya Perang Wacana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun keseluruhan iklan politik yang ada mencoba untuk membawa gagasan baru untuk Indonesia, namun pada hakikatnya tujuan kesemuanya adalah sama : yakni untuk memperbagus citra dan meningkatkan tingkat popularitas. Akan tetapi, ada yang berbeda dengan iklan terbaru PDIP yang menjabarkan mengenai program 100 hari Megawati Soekarnoputri jika terpilih sebagai Presiden. Dengan tag line ‘Perjuangkan Sembako Murah’, ada enam langkah kebijakan yang dijanjikan akan ditempuh dalam upaya untuk mewujudkan sembako murah, yaitu:&lt;br /&gt;• Menata kembali ketimpangan struktur penguasaan dan penggunaan tanah ke arah yang lebih adil&lt;br /&gt;• Mempercapat perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi&lt;br /&gt;• Menyediakan pupuk dan bibit murah yang berkualitas&lt;br /&gt;• Meningkatkan operasi pasar untuk menurunkan harga sembako&lt;br /&gt;• Memperkuat koperasi petani, lumbung pangan dan membangun Bank Pertanian&lt;br /&gt;• Mengenadlikan impor sembako yang merugikan petani dan nelayan&lt;br /&gt;Terlepas dari tujuan iklan politik yang memang tidak dapat dilepaskan untuk meningkatkan tingkat popularitas, namun iklan politik ini menawarkan sebuah gagasan baru mengenai perang wacana. Jika iklan yang ada selama ini sekedar perang pencitraan. Maka PDIP mencoba menabuh genderang dimulainya perang wacana, yang menitikberatkan iklan politik terhadap sosialisasi kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan oleh kandidat terpilih. Meskipun poin-poin yang ada di iklan tersebut masih penuh tanda tanya untuk merealisasikannya, namun patut diapresiasi bahwa iklan politik ini sebagai momentum awal kemunculan iklan politik lain yang juga menawarkan wacana penyelesaian terhadap masalah bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai respon atas iklan PDIP, diharapkan muncul pula iklan-iklan politik serupa, yang secara konsern dan detil menawarkan konsep-konsep yang akan membawa perubahan bagi bangsa. Jika dengan ekonomi kerakyatan yang bernuansa sosialis, PDIP menawarkan perbaikan bangsa dengan menawarkan kebijakan yang berpihak pada petani. Lalu, yang ditunggu saat ini adalah apa konsepsi yang akan ditawarkan partai dengan nuansa ekonomi liberal, nasional relijus atau Islam. Melalui iklan politik yang seperti ini, yang menawarkan konsepsi-konsepsi baru bagi perbaikan bangsa, rakyat akan tercerdaskan karena ikut diajak berfikir untuk memikirkan solusi masalah bangsa. Akhirnya nanti pilihan rakyat jatuh pada parpol ataupun kandidat yang mampu menyuguhkan wacana terbaik untuk perbaikan bangsa. Tidak lagi pada kandidat atau parpol yang berhasil mencitrakan dirinya dengan baik. Sehingga tidak ada lagi kandidat yang terpilih karena wajah gantengnya, wibawa yang seolah-olah terpancar dari dalam dirinya, atau bahkan sekedar senyum manisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaca pada iklan politik yang ada di negara maju seperti AS, menurut Bowers (1972) yang meneliti iklan politik calon presiden di surat kabar 23 negara bagian kebanyakan iklan politik yang berfokus pada isu lebih dominan dibandingkan dengan personalitas. Sama halnya dengan iklan politik di televisi, menurut Joslyn, iklan politik yang berfokus pada isu mencapai 60-80 persen daripada citra kandidat. Merujuk pada Indonesia, sebagaimana diulas di atas, iklan politik yang ada hanya sekedar ditujukan untuk meningkatkan citra kandidat. Sosok kandidat sebagai superhero bagi rakyat yang sedang kesusahan jauh lebih banyak ditampilkan ketimbang wacana perubahan yang ditawarkan kandidat tersebut. Sehingga akhirnya, jika kita secara cerdas lebih jauh mencerna iklan politik yang ada, kita hanya akan dibuat tertawa. Sebab iklan politik yang ada benar-benar hanya merupakan dagelan politik, yang sebenarnya tidak lucu. Hanya merupakan rekayasa, sebab tidak ada citra yang ingin ditampilkan kandidat tidak memiliki korelasi dengan isu yang dibawanya. Melihat iklan politik pada akhirnya sama seperti melihat orang memakai jas hujan di tengah hujan terik. Maka mari mendorong dan menekan para kandidat yang ada untuk ikut serta menyumbang konsepsi mereka bagi perubahan dan perbaikan bangsa.&lt;br /&gt;Wallahua’lam bisshowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Tulisan :&lt;br /&gt;1. Firmanzah, Marketing Politik: Antara Pemahaman dan Realitas (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007)&lt;br /&gt;2. http://theindonesianinstitute.com/index.php/20080923269/Iklan-Politik-Simbol-Ketidakpekaan-Elite.html&lt;br /&gt;3. http://www.habibiecenter.or.id/index.cfm?menu=publikasi&amp;fuseaction=publikasi.detail&amp;detailid=191&amp;bhs=ina&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-8061227356685759331?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/8061227356685759331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=8061227356685759331' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/8061227356685759331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/8061227356685759331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/12/iklan-politik-sekedar-parodi-penghibur.html' title='IKLAN POLITIK:  SEKEDAR PARODI PENGHIBUR RAKYAT'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-2171716273852316294</id><published>2008-11-30T16:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T03:37:50.286-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Just Face It!</title><content type='html'>Seorang teman berkata padaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berdoa, meminta pengharapan pada Tuhanmu, meminta kekuatan dalam menjalani kehidupan, juga dalam menapak takdirmu,&lt;br /&gt;Maka ingatlah selalu, bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan pernah meminta kehidupan yang mudah,&lt;br /&gt;berdo’alah agar menjadi orang yang kuat dalam hidup. Sehingga dalam kehidupan yang bagaimanapun, yang bahkan kau tak pernah sanggup membayangkannya, Tuhan memberikan kekuatan yang banyak padamu. &lt;br /&gt;Juga jangan pernah memohon tugas yang sebanding dengan kemampuanmu, berdo’alah memohon kekuatan yang sebanding dengan tugas-tugasmu. Sehingga nantinya jika kita dititipkan tugas-tugas luar biasa banyaknya, yang bahkan hitungan jari kita tak sanggup untuk menghitungnya, kita memiliki kekuatan untuk menjalankannya”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang adik berkata pada saya, ketika saya bertanya, mengapa cobaan kerap mendatangi seseorang tanpa henti, dan terkadang ia datang dari segala penjuru dan bersamaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cobaan itu pada hakikatnya adalah suatu pembuktian, bahwa orang yang tengah dicoba itu adalah orang-orang pilihanNya. Terpilih. Sebab Tuhan hanya memilih orang-orang tertentu untuk dicoba dengan amat sangat berat. Jadi berbahagialah dengan cobaan, sebab ia menandakan keterpilihan kita sebagai hamba pilihan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bijak mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pohon yang selalu terkena hujan, badai, petir, terik matahari, dan sulit untuk mendapatkan makanan akan menjadi pohon yang kuat. Sebab ia hidup dengan tidak mudah, ia hidup di keadaan yang serba terbatas, namun justru dengan itulah ia mampu hidup dan berubah menjadi kuat. Namun pohon yang selalu mudah mendapatkan matahari, selalu terlindung dari hujan dan badai akan menjadi pohon yang lemah. Sebab ia selalu mendapati kemudahan dalam hidup. Keterbiasaan akan kemudahan itu pada akhirnyalah yang melemahkan dia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang saya ingin katakan disini adalah,&lt;br /&gt;Bahwa pada dasarnya, setiap cobaan yang tengah menghampiri kita,&lt;br /&gt;Kapanpun, dimanapun, pada dasarnya adalah proses untuk membentuk diri kita menjadi individu yang kuat,&lt;br /&gt;Percayalah, &lt;br /&gt;Seperti percayanya kita pada kepompong, bahwa kelak ia akan menjadi seekor kupu-kupu yang indah.&lt;br /&gt;Maka anggaplah masalah yang kerap menghampiri kita, yang bahkan tiada henti, merupakan proses untuk menjadikan kita seekor kupu-kupu cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tetap diingat, bahwa dalam menghadapi masalah, kita tetap harus berusaha sekuat tenaga dengan seluruh tenaga yang ada, dengan seluruh kekuatan yang tiada berbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi teringat snow in sahara yang jadi penyemangat Lintang si Laskar Pelangi saat ia tengah menghadapi masalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Si la poussiere emporte tes reves de lumiere&lt;br /&gt;Je serai ta lune, ton repere&lt;br /&gt;Et si le soleil nous brule&lt;br /&gt;Je prierai qui tu voudras&lt;br /&gt;Pour que tombe la neigi au sahara”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jika harapanmu hancur berkeping-keping&lt;br /&gt;Aku akan menjadi bulan yang menerangi jalanmu&lt;br /&gt;Matahari bisa membutakan matamu&lt;br /&gt;Aku akan berdoa pada langit&lt;br /&gt;Agar salju berderai di sahara”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,&lt;br /&gt;ketika harapanmu hampir sirna, teruslah berusaha dan berdoa, karena kita tidak tahu bahwa terkadang Tuhan bahkan akan menurunkan salju di Sahara, untuk kita, untuk orang-orang terpilih –pilihanNya-, itu semua tentunya karena usaha kita yang tiada pernah putus dan bibir yang senantiasa memuji asma-Nya. Dan saya juga akan berdo’a untukmu –selalu- , agar salju di sahara akan turun pula untukmu, -semoga-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kadang bahkan dengan usaha terkuat kita, Tuhan tetap saja memberikan kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ini, saya jadi ingat tulisan saya di sebuah Desember 2007, untuk seorang teman yang dilanda kemurungan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jangan pernah menoleh untuk melihat matahari yang sedang tenggelam&lt;br /&gt;Atau laut yang tengah berombak murka&lt;br /&gt;Atau langit yang tengah kelam karena mendung yang merudung&lt;br /&gt;Atau ketika cinta memutuskan untuk berhenti bernafas, berhenti berbicara padamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menoleh untuk kehidupan yang tengah kelam merudungmu....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup berdiri tegak&lt;br /&gt;Menangis sejenak&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;Tapi tetap tegakkan kepalamu&lt;br /&gt;Dan tetap melangkah ke depan&lt;br /&gt;Sematkan sejumput semangat di dadamu&lt;br /&gt;Biarkan jiwamu membara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jangan pernah sekejap pun menoleh&lt;br /&gt;Meski untuk sejenak”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sehingga pada intinya, just face it untuk setiap masalah yang mendatangi kita, teruslah berusaha untuk apapun itu, untuk meraih impianmu. Namun ketika itu gagal, jangan pernah bertanya-tanya mengapa Tuhan memberikan kegagalan, juga jangan pernah –sekalipun- untuk menengok kebelakang. Teruslah menatap ke depan. Masa depan. And be happy :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad, 30 November 2008&lt;br /&gt;@ home&lt;br /&gt;Dedicated to : my lovely sista Nisa, juz trust me, “cobaan yang kerap mendatangimu itu merupakan bukti cinta-Nya, dan jangan pernah menyalahkan dirimu atas ini semua”. Azizah untuk sms manisnya, n adik ‘kecil’ Izhar untuk sms penyemangatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-2171716273852316294?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/2171716273852316294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=2171716273852316294' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/2171716273852316294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/2171716273852316294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/11/just-face-it_30.html' title='Just Face It!'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-4990238242341078645</id><published>2008-11-30T15:55:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T15:56:32.214-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Kehidupan'/><title type='text'>Menatap Ke depan</title><content type='html'>Tataplah hidup yang ada di depan&lt;br /&gt;Hanya yang ada di depan&lt;br /&gt;Jangan pernah sejenakpun,&lt;br /&gt;Meski hanya sejenak,&lt;br /&gt;Menengok kebelakang,&lt;br /&gt;Pada masa lalumu,&lt;br /&gt;Karena sungguh,&lt;br /&gt;Itu hanya akan melemahkan,&lt;br /&gt;Membuatmu rapuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tataplah hidup yang ada di depanmu,&lt;br /&gt;Selalu,&lt;br /&gt;Biar ia yang jadi penyemangatmu,&lt;br /&gt;Untuk membentuk kerajaan mimpimu menjadi kenyataan,&lt;br /&gt;Biar ia yang jadi pangeran berkuda putihmu,&lt;br /&gt;Yang selalu siap menolongmu di saat kau jatuh dan rapuh dalam hidup,&lt;br /&gt;Hanya ia yang mampu,&lt;br /&gt;Masa depanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;Ahad, 30 November 2008&lt;br /&gt;@ my home, ohhh tulisan iklan politikku harus jadi malam ini juga!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-4990238242341078645?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/4990238242341078645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=4990238242341078645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/4990238242341078645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/4990238242341078645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/11/menatap-ke-depan.html' title='Menatap Ke depan'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-8183825322223512597</id><published>2008-11-28T01:51:00.000-08:00</published><updated>2008-11-28T02:31:22.867-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Mari Tidak Sekedar Melihat Indonesia</title><content type='html'>Pernahkah kita,&lt;br /&gt;dalam rentang usia kita,&lt;br /&gt;memikirkan sejenak tentang bangsa kita?&lt;br /&gt;Indonesia kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kemiskinan, yang sepertinya tak lelah menemani bangsa ini,&lt;br /&gt;Soal kelaparan yang masih saja kerap ada, padahal Indonesia negara agraris,&lt;br /&gt;Tentang jutaan pengangguran, padahal bangsa ini terkenal kaya akan sumber daya alam,&lt;br /&gt;Soal korupsi yang masih terus ada di dalam birokrasi Indonesia, padahal reformasi telah lahir&lt;br /&gt;Tentang perdagangan anak dan wanita, padahalbangsa ini terkenal sebagai bangsa yang beradab,&lt;br /&gt;Soal kekerasan, yang setiap harinya menghiasi layar televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kita sejenak,&lt;br /&gt;berfikir untuk tidak sekedar berfikir saja,&lt;br /&gt;namun berkontribusi untuk bangsa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bersama,&lt;br /&gt;tidak sekedar berfikir saja,&lt;br /&gt;namun mulai mencinta bangsa ini,&lt;br /&gt;dengan kontribusi nyata kita,&lt;br /&gt;dengan apapun dan sekecil apapun!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-8183825322223512597?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/8183825322223512597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=8183825322223512597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/8183825322223512597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/8183825322223512597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/11/mencoba-melihat-indonesia.html' title='Mari Tidak Sekedar Melihat Indonesia'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-4021964845264380597</id><published>2008-11-23T22:47:00.000-08:00</published><updated>2008-11-30T16:44:14.918-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mimpi dan cita-cita'/><title type='text'>Nabi Yusuf AS dan Nabi Ya'kub AS</title><content type='html'>Kalo ada yang bilang November ceria,&lt;br /&gt;yuppi mungkin ini November ceria,&lt;br /&gt;bagi saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagi saya November ini adalah sebuah permulaan bagi saya,&lt;br /&gt;permulaan besar tepatnya,&lt;br /&gt;untuk pencapain mimpi-mimpi besar saya,&lt;br /&gt;untuk merintis jalan kebahagiaan dunia dan akhirat saya,&lt;br /&gt;yuppi...&lt;br /&gt;kalo kata Cake : "I Will Survive"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kisah permulaan hidup saya di November ini,&lt;br /&gt;saya jadi teringat kisah Nabi Yusuf AS dan Nabi Ya'kub As :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Di saat nabi Yusuf menceritakan ihwal mimpinya kepada ayahnya nabi Ya'kub mengenai bersujudnya sebelas bintang, matahari dan bulan kepadanya. Nabi Ya'kub sudah mengetahui bahwa kelak Yusuf akan menjadi seorang nabi. Dan sebelum menjadi nabi, Yusuf akan mendapat banyak rintangan, hambataan dan rentetan permasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, benarlah apa yang ditakwilkan oleh nabi Ya'kub mengenai mimpi nabi Yusuf. Sebelum menjadi nabi, karena kedengkian saudara-saudaranya nabi Yusuf dimasukkan ke dalam sumur, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh nabi Ya'kub? Meskipun nabi Ya'kub yakin bahwa nabi Yusuf belum meninggal, karena takwil mimpinya tersebut, namun nabi Ya'kub tetap menangis. Terus menerus dalam kesedihan, hingga akhirnya kedua matanya buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang dilakukan nabi Yusuf? Nabi Yusuf justru progresif dengan hidupnya. Keyakinannya atas kesuksesan hidupnya, akan takdirnya menjadi seorang nabi, membuatnya survive dalam menjalani hidup. Meski cobaan yang Alloh berikan kepada nabi Yusuf sebegitu dahsyatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa ibroh kisah ini bagi saya?&lt;br /&gt;Atau mungkin bagi kita semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pada intinya,&lt;br /&gt;di setiap mimpi akan kesuksesan kita,&lt;br /&gt;di setiap keyakinan akan takdir-takdir indah yang Alloh telah siapkan untuk kita,&lt;br /&gt;cobaan yang kini melanda kita,&lt;br /&gt;menyapa, menghampiri, dan menemani kita,&lt;br /&gt;pada intinya merupakan sekedar pengantar untuk akhir yang bahagia...&lt;br /&gt;sekedar teman, untuk akhirnya kita sampai ke gerbang kenyataan akan mimpi besar kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk mencapai titik itu,&lt;br /&gt;kita diberikan dua opsi :&lt;br /&gt;terlalu bersedih seperti sedihnya nabi Ya'kub atas cobaan yang menimpa kita, padahal kita tahu dibalik kesedihan itu Alloh telah menyediakan kebahagiaan yang tiada besar kiranya,&lt;br /&gt;atau progresif seperti nabi Yusuf, terus survive dalam hidup, melanjutkan rencana-rencana hidup kita yang lain, bersegera melakukan hal-hal besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya memilih untuk seperti nabi Yusuf,&lt;br /&gt;tetap progresif di segala keadaan,&lt;br /&gt;suka dan duka,&lt;br /&gt;dan memilih justru November ini adalah November ceria bagi saya,&lt;br /&gt;momentum baru bagi realisasi atas mimpi-mimpi besar saya...&lt;br /&gt;Yup... sambil terus bermimpi besar, dan tak lupa senantiasa berdo'a pada-Nya,&lt;br /&gt;agar senantiasa menjaga saya,&lt;br /&gt;menjaga semangat saya,&lt;br /&gt;dan tentunya,&lt;br /&gt;merealisasikan mimpi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allohumma amiin&lt;br /&gt;Semangat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-4021964845264380597?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/4021964845264380597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=4021964845264380597' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/4021964845264380597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/4021964845264380597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/11/nabi-yusuf-as-dan-nabi-ayyub-as.html' title='Nabi Yusuf AS dan Nabi Ya&apos;kub AS'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-3742120738437400666</id><published>2008-11-16T22:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T22:53:44.516-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>OBAMA DAN PEMIMPIN MUDA KITA</title><content type='html'>Terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat yang berkulit hitam pertama dalam usia muda (47 tahun) merupakan sebuah momentum menguatnya gagasan kepemimpinan muda di Indonesia. Kondisi ini cukup menarik untuk dijadikan rujukan Indonesia yang akan melakukan transisi kepemimpinan (pemilihan capres). Bahwa bangsa yang tengah berada dalam krisis yang berkepanjangan ini perlu melakukan perubahan secara masif untuk bangun dari keterpurukan. Salah satunya adalah dengan memunculkan pemimpin muda sebagai alternatif dari ‘muka-muka’ lama yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="_Toc212259421"&gt;&lt;strong&gt;Usia Muda Merubah Negara&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu mendobrak kondisi saat ini, dengan membawa kebijakan progresif yang mampu membawa Indonesia maju. Tentunya pemimpin ini tidak lahir dari sistem status quo, juga bukan berasal dari mereka yang melahirkan status quo. Pemimpin ini idealnya datang dari kalangan kaum muda, sebab di usia mudalah gagasan progresif datang, di usia mudalah seseorang mampu melakukan perubahan secara massif dan pastinya ini dikarenakan mereka belum terkungkung dengan kenyamanan status quo.&lt;br /&gt;Perubahan besar oleh pemuda dapat kita lihat pada Iran yang dipimpin seorang presiden muda Ahmadinejad, yang mampu menentang hegemoni AS. Venezuela dengan Hugo Chavez-nya melakukan pembaharuan multiprogram sosial ekonomi hingga merembet di neger-negara latin. Ada pula Evo Morales presiden Bolivia yang melakukan nasionalisasi migas yang membuat perekonomian negaranya berkembang pesat. Kesemua pemimpin negara tersebut tidak hanya muda, namun mampu memberikan perubahan besar-besaran terhadap negaranya. Idealnya dalam momentum pemilihan capres 2009 Indonesia mampu melakukan hal serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="_Toc212259422"&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin Muda Sebagai Pemimpin Alternatif&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia butuh wajah baru untuk berubah menjadi lebih baik. Paling tidak untuk mampu seperti Iran di bawah Ahmadinejad, atau Venezuela di bawah Hugo Chavez dan Bolivia di tangan Evo Morales. Untuk itu Indonesia butuh pemimpin alternatif, dalam di luar yang pernah berkuasa memimpin negeri ini dan tidak memiliki keterkaitan dengan ‘dosa-dosa’ masa lalu. Maka jelas nama-nama seperti SBY, JK, Megawati ataupun Gus Dur tidak dapat masuk dalam kategorisasi ini.  Pun dengan Wiranto, Prabowo, Sultan HB X. Wiranto dan Prabowo misalnya, banyak dikaitkan dalam beberapa kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada medio ‘97-‘98. Ini tentu menjadi catatan penting yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Pun Sultan HB X, meski memiliki catatan baik selaku satu dari empat tokoh yang dulu dikenal dengan sebutan Tokoh Ciganjur yang dianggap ikut membidani reformasi. Hanya saja fakta bahwa ketiga tokoh yang lainnya pernah merasakan tampuk kekuasaan eksekutif (Gus Dur dan Megawati) dan Legislatif (Amien Rais) barangkali memunculkan sinisme: Sultan memanfaatkan ‘giliran’.&lt;br /&gt;&lt;a name="_Toc212259423"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Realitas Hukum dan Politik&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meski harapan akan munculnya pemimpin alternatif sedemikian besar, realitas menjadikan kehadiran kepemimpinan muda pada pemilihan presiden 2009 sulit untuk dilakukan. Ini mengingat pertama, secara hukum pasal 9 Undang-Undang Pemilihan Presiden (UU Pilpres) mengenai batas minimum syarat pengajuan capres dari parpol yakni sebesar 20% kursi DPR atau 25 % suara sah nasional, menutup jalan munculnya pemimpin alternatif dalam Pemilu 2009. Ini dikarenakan hanya partai besar saja yang mampu untuk mengajukan capres, dan nama-nama yang beredar selama ini bukan dari kalangan muda.&lt;br /&gt;Bahkan, jika sejumlah Parpol dan individu jadi mengajukan judicial review ke MK, penulis pesimis akan berhasil.  Ini mengingat bahwa, MK sebagai guardiance of constitution  terikat pada UUD 1945 dan sistem ketatanegaraan NKRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6A ayat 2 UUD 1945 menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden  diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol, yang oleh pasal 6 ayat 2 pengaturan lebih lanjut diatur dalam UU. Melihat bahwa pembatasan tersebut mengarah pada penyederhanaan parpol dalam upaya memperkuat sistem presidensil yang sesuai dengan sistem ketatanegaraan yang dikehendaki konstitusi, kecil kemungkinan judicial review dikabulkan. Terlebih melalui gabungan parpol, parpol-parpol lain masih memungkinkan melaksanakan hak konstitusionalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, banyak calon pemimpin muda yang ada berasal dari partai-partai besar dan kalah bersaing dengan para senior yang memiliki pengaruh politik lebih kuat dalam internal partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pemimpin muda yang ada muncul sekedar untuk mengisi wacana kemunculan pemimpin muda, namun mereka tidak secara serius menawarkan pemecahan konkret terhadap permasalahan-permasalahan yang tengah dihadapi bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat dan yang menjadi sebuah ironi, pemimpin muda yang progresif yang berasal dari pergerakan sosial kemasyarakatan, meskipun memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin yang berpihak kepada rakyat, sulit untuk maju karena keterbatasan modal finansial dan rendahnya tingkat popularitas yang mereka miliki. Ini berpengaruh terhadap minimnya pula dukungan dari masyarakat terhadap mereka, di mana dalam alam demokrasi dukungan suara sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, partai-partai politik yang memiliki kemungkinan untuk mencalonkan calon presiden dari partainya sendiri rata-rata telah memilih capres yang akan mereka usung. Dan hampir sebagian besar calon tersebut merupakan wajah lama. Oleh karenanya, kemungkinan pemimpin muda untuk maju menjadi capres selain tertutup melalui jalur independen karena ketiadaannya aturan hukum, juga tertutup melalui jalur partai politik.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a name="_Toc212259424"&gt;&lt;strong&gt;Berbicara Esensi&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya kesempatan pemimpin muda untuk tampil dalam kancah pilpres 2009 tidak seharusnya diikuti dengan absennya kalangan pemimpin muda dalam ajang demokrasi tersebut. Sebaliknya, meski kehilangan kesempatan menjadi kandidat capres 2009, namun mereka harus tetap mengawal perjalanan pilpres kali ini. Terlebih untuk memastikan, bahwa meskipun kandidat yang saat ini maju berasal dari golongan tua, namun mereka memang mampu dan pantas memimpin Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk pada pemilu AS lalu, Obama terpilih tidak hanya karena dia muda, tetapi juga karena konsep kebijakan ekonomi yang ditawarkannya dianggap lebih baik oleh para pemilih. Jajak pendapat AP-CNN sebelum pemilihan menunjukkan Enam dari sepuluh pemilih menyatakan ekonomi merupakan isu terbesar melebihi satu dari sepuluh untuk perang Irak. 53% dari pemilih ini memilih Obama, unggul 9% di atas McCain (Yohanes Sulaiman, Sindo6/11/08, dari AP-CNN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama menawarkan pajak progressif dengan pemotongan pajak bagi kelas menengah, menawarkan green energy untuk menjawab kebutuhan energi domestik yang sekaligus menyerap lebih dari lima juta pekerjaan baru, mengalihkan insentif bagi perusahaan Amerika yang membawa lapangan pekerjaan ke luar negara dengan kepada perusahaan-perusahaan yang membuka lapangan pekerjaan domsetik. McCain pun hadir tidak dengan tangan kosong, tetapi juga dengan sejumlah formula ekonomi yang jelas dan terukur meski tetap berpegang teguh pada trickle down effect kapitalisme, McCain menawarkan insentif pajak bagi perusahaan-perusahaan besar untuk mendorong kemajuan ekonomi. McCain juga memiliki konsep asuransi kesehatan yang jelas, dan tetap dengan kebijakan energii konservatif yang ekspansif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya terlepas dari perdebatan tua-muda, keduanya telah menyiapkan secara baik dan matang kebijakan-kebijakan yang akan mereka realisasikan untuk AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang mesti dipastikan terwujud di Indonesia. Pemimpin muda memiliki kewajiban memastikan hal itu terwujud. Dan yang terpenting adalah pemimpin muda perlu untuk menyiapkan dirinya untuk menjadi the next leader of Indonesia pada pilpres 2014, mulai dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi: Wacana Suara Merdeka Edisi 6 Agustus 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Fitria Nur Fadhilah dan Umar Badarsyah&lt;br /&gt;(peneliti institute for sustainable reform -insure- jakarta)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-3742120738437400666?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/3742120738437400666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=3742120738437400666' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3742120738437400666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3742120738437400666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/11/obama-dan-pemimpin-muda-kita.html' title='OBAMA DAN PEMIMPIN MUDA KITA'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-941458316149022470</id><published>2008-11-16T22:19:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T22:30:17.615-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>MENYOAL PRIORITAS KERJA KPU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Iklim politik pasca reformasi 1999 menjanjikan terselenggaranya pesta demokrasi (pemilu) berjalan secara jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia (jurdil dan luber). Hal ini kemudian dibuktikan dengan ketiadaan intervensi dari pemerintah dalam mempengaruhi pemilih untuk memilih. Indikator lain adalah banyaknya partai politik yang menjadi peserta pemilu. Pemilu, sebagai sebuah tonggak demokrasi, pada pasca reformasi dapat dikatakan mendapatkan penghormatan yang tertinggi di Indonesia saat ini. Pelaksanaannya dianggap seolah ritual suci yang harus dilakukan agar demokrasi terselenggara secara ideal. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun KPU sebagai sebuah lembaga penyelenggara pemilu juga mendapatkan penghormatan yang tinggi. Setelah sebelumnya pada pemilu 1999 KPU masih berisi dengan orang-orang partisan, di tahun 2000 dibentuklah KPU dengan format yang baru. Format baru ini mensyaratkan KPU menjadi independen dan bebas dari orang partai politik. Oleh karenanya dengan format seperti ini kedudukan KPU sebagai penyelenggara ritual tersuci dalam sistem demokratis ala Indonesia amatlah besar. Sebab hasil dari pemilu yang merupakan kewenangan KPU akan sangat mempengaruhi terciptanya iklim demokrasi di Indonesia. Adapun tanggung jawab KPU terletak dalam penyelenggaraan pemilu tersebut, apakah pemilu telah diselenggarakan dengan baik dan mekanisme jurdil luber dilakukan. Juga apakah berbagai mekanisme pemilu yang sifatnya administratif dan teknis berhasil dilakukan. Pada intinya, KPU memiliki peran yang besar dalam momentum penegakkan kembali tonggak demokrasi. Namun ada banyak pekerjaan KPU yang terbengkalai. Tulisan ini mencoba melakukan telaah bagaimana kinerja KPU mekehilangan prioritas kerjanya mampu menghambat proses pemilu 2009 yang akan datang. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kinerja KPU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Amat disayangkan, KPU yang memiliki peran dan tanggung jawab besar terhadap terselenggaranya pemilu yang demokratis hingga saat ini belum menunjukkan tajinya. Kesimpulan ini penulis lihat dari pelaksanaan pemilu yang tinggal 5 bulan lagi, namun banyak pekerjaan KPU yang belum selesai dan malah ‘amburadul’. Selain itu, KPU juga sering melakukan kesalahan yang berulang, yang menunjukkan ketidakseriusan KPU dalam menjalankan tugasnya. Kesalahan yang dimaksud antara lain lolosnya beberapa caleg yang masih bermasalah secara administratif dalam daftar calon anggota legislatif (DCT), ralat pada DCT yang telah ditetapkan, setelah sebelumnya KPU meralat DCS berkali-kali. Bahkan ironisnya, dalam DCT yang ditetapkan KPU terdapat dua daerah pemilihan hilang, serta terdapat kesalahan pemuatan logo Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) pada kolom logo Partai Gerindra di seluruh daerah pemilihan. Banyaknya kesalahan yang berulang kali ini menunjukkan ketidakseriusan KPU dalam menjalankan tugasnya. Keadaan ini juga ikut diperburuk dengan ketiadaan DPT untuk daerah Papua Barat dan Luar Negeri. Dan dari DPT yang telah ditetapkan sekitar 12 persen pemilih belum terdata, ini tentunya akan menjadi masalah di kemudian hari karena partai politik dapat menggugat KPU terkait hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pekerjaan Rumah KPU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Terkait dengan persoalan ketidakseriusan, dampaknya adalah menumpuknya pekerjaan rumah KPU, dan lanjutan dari menumpuknya pekerjaan rumah adalah rendahnya kualitas hasil pekerjaan. Buktinya, KPU hingga kini belum menetapkan pedoman pelaporan dana kampanye. Padahal di dalam UU terdapat kewajiban untuk melakukan audit terhadap dana kampanye. Tentunya ini merupakan sebuah kecerobohan, sebab selain akan menyebabkan berantakannya laporan dana kampanye karena tidak ada standar baku, juga akan menimbulkan banyak celah mengenai audit dana kampanye yang bisa ‘dimainkan’ oleh peserta pemilu 2009. Hal ini dapat berakibat pada banyaknya ‘dana siluman’ yang akan mengalir ke dalam pos-pos tim pemenangan partai. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;KPU juga masih memiliki kewajiban untuk mengeluarkan beberapa aturan seperti penetapan format surat suara, tata cara memberikan suara, ketentuan sahnya pemberian suara dan sosialisasinya. Setelah penyusunan DCT dan format suara, KPU harus segera menyiapkan strategi sosialisasi kebijakan, khususnya pemberian suara, dan peraturan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bakal Masalah Baru : Kerja KPU Yang Serampangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;KPU juga harus memikirkan ‘bakal masalah’ yang akan muncul terkait beberapa kebijakan KPU yang diambil secara ‘sembrono’. Pertama, penetapan jumlah pemilih sebanyak 500 orang per TPS, di mana sebelumnya hanya 350 pemilih per TPS. Ini tentunya akan memperpanjang waktu penghitungan suara (hingga malam), sedangkan tidak seluruh daerah mendapatkan pasokan listrik yang baik (sering mati lampu di malam hari), ini menyebabkan resiko kesalahan akan besar. Ditambah lagi dengan mekanisme ‘contreng’ bukan ‘coblos’ yang tentunya menyita perhatian lebih dalam penghitungan suara. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, KPU perlu mewaspadai ikutnya perusahaan dan pengusaha yang tidak layak, yang pernah mengikuti proses pengadaan logistic pada pemilu 2004, agar tidak terpilih dalam pemilu kali ini. Sebab ketidaklayakan logistik pemilu akan mempengaruhi kualitas pemilu. Ketiga, tindakan KPU yang menyegerakan pelaksanaan tender logistik pemilu di saat DPT yang dikeluarkan KPU belum fix. Padahal sedikit saja penambahan ataupun pengurangan logistik dapat berimplikasi pidana (korupsi). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepergian KPU ke luar negeri&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Meski kinerja KPU dalam mengurusi permasalahan pemilu dalam negeri ‘amburadul’, namun KPU masih tetap bersikeras melanjutkan sejumlah perjalanan ke luar negeri. Sejauh ini KPU telah melakukan kunjungan ke empat negara, masih ada 10 negara lagi (Filipina, India, Afrika Selatan, Mesir, Arab Saudi, Rusia, Perancis, Spanyol, Amerika Serikat, dan Kuba) yang akan KPU kunjungi hingga Desember 2008 nanti. Kenekatan KPU untuk tetap melakukan kunjungan luar negeri ini menjadi sebuah pertanyaan besar, mengingat bahwa jumlah pemilih di luar negeri tidak seberapa besar dibandingkan dengan pemilih dalam negeri. Sehingga tentunya kebutuhan perhatian anggota KPU terhadap masalah dalam negeri lebih tinggi dibandingkan luar negeri. Ditambah lagi sosialisasi pemilu di dalam negeri masih amat minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan di atas, pada hakikatnya inti masalah dari amburadulnya kinerja KPU terletak pada ketiadaan prioritas kerja KPU. Beberapa hal penting yang seharusnya menjadi prioritas utama, justru dikesampingkan KPU, dengan mendahulukan hal lainnya yang sifatnya tambahan. Kunjungan KPU ke luar negeri, misalnya, meskipun KPU telah mendapatkan restu dari presiden untuk melakukan kunjungan, namun tidak lantas hal tersebut menjadi pembenaran KPU untuk tetap melakukan kunjungan, sementara beberapa permasalahan yang lebih utama dan penting lainnya terbengkalai. Oleh karenanya kenekatan KPU untuk melakukan kunjungan ke luar negeri ini tentu menjadi salah satu catatan penting ketiadaan prioritas kerja KPU. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiadaan prioritas kerja KPU ini dapat berdampak serius terhadap kualitas pemilu. Dapat dikatakan demikian karena hal ini berdampak serius terhadap kinerja KPU yang cenderung lamban dan tidak bagus. Kinerja KPU yang tidak bagus ini dapat mengakibatkan rendahnya partisipasi pemilih dalam memilih. Secara struktur, akibat kelalaian KPU, 12 persen pemilih terindikasi tidak dapat memilih karena tidak terdaftar sebagai pemilih. Sedangkan secara kultur, buruknya kinerja KPU dapat menyebabkan pemilih enggan menggunakan hak pilihnya, karena menilai bahwa kinerja KPU yang meragukan menyebabkan tidak validnya hasil pemilu. Sehingga akan timbul anggapan bahwa memilih atau tidak memilih tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap hasil pemilu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adanya penurunan pemilih ini akan berakibat serius terhadap legitimasi masyarakat terhadap pemimpin yang dihasilkan. Mengingat bahwa dalam demokrasi berlaku asas one man one vote, maka semakin rendah jumlah pemilih, maka semakin rendah pula legitimasi masyarakat terhadap pemimpin terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pergantian Anggota KPU&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Buruknya kinerja KPU dalam mempersiapkan pemilu oleh berbagai kalangan ditanggapi dengan tuntutan pergantian anggota KPU. Beberapa kalangan menilai bahwa pergantian anggota KPU merupakan piliihan logis untuk menyelamatkan pemilu dan demokratisasi bangsa. Meskipun tidak ada jaminan bahwa dengan pergantian anggota KPU pemilu akan berjalan lancar, namun jaminan bahwa pemilu juga akan berjalan lancar jika tetap mempertahankan komisioner KPU yang terlanjur amburadul. Wacana pergantian anggota KPU ini juga muncul akibat dari berulangkalinya KPU melakukan kesalahan yang sama. Ini menunjukkan bahwa KPU bebal dan tidak mau belajar dari kesalahan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi mengingat sedikitnya waktu yang tersisa menuju pemilu. Maka opsi pergantian anggota KPU dapat dikatakan tidak cukup realistis, dan justru malah akan memperburuk pemilu. Ini mengingat bahwa, pertama, pergantian anggota KPU akan memakan waktu yang cukup lama, sebab meskipun pemilihan anggota KPU merupakan wewenang DPR, namun kandidat yang calon anggota KPU ditentukan oleh presiden. Tentu proses ini akan memakan waktu yang lama, karena melibatkan dua lembaga tinggi Negara yakni legislatif dan eksekutif.&lt;br /&gt;Kedua, anggota KPU baru yang terpilih pasti akan memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pekerjaan barunya. Dengan demikian, akan ada waktu yang tersia-sia akibat dari perubahan ini, padahal pelaksanaan pemilu sebentar lagi. Ketiga, tidak ada jaminan bahwa dengan pergantian anggota KPU, pemilu akan lebih baik dan berkualitas. Ini tentunya merupakan sebuah solusi gambling, dan beresiko tinggi terhadap konstabilitas sosial politik Indonesia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pembenahan Prioritas Kerja KPU : Opsi Realistis&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Berdasarkan paparan di atas, maka opsi yang paling realistis untuk menghasilkan pemilu yang berkualitas adalah dengan jalan melakukan pembenahan terhadap prioritas kerja KPU. Sehingga diharapkan bahwa dengan membaiknya prioritas kerja yang disusun oleh KPU, maka kinerja KPU akan membaik pula. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kemudian pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana melakukan pembenahan prioritas kerja KPU, sementara internal KPU sendiri merasa bahwa tidak perlu dilakukan pembenahan prioritas kerja. Maka tugas ini selanjutnya adalah merupakan tugas seluruh pihak yang menginginkan adanya pemilu yang berkualitas, yang tidak sekedar pemilu berharga tinggi. Semua pihak, baik masyarakat, LSM, partai politik, DPR, bahkan presiden harus mau dan ikut campur tangan dalam memantau kinerja KPU, demi terciptanya pemilu pemilu yang berkualitas. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sebagai tulang punggung demokrasi, harus secara jeli mengawasi KPU, contoh sederhananya adalah dengan memastikan dirinya telah terdaftar dalam DPT. Satu suara sangat berharga dalam demokrasi, karena one man one vote.&lt;br /&gt;LSM sebagai lembaga yang dibentuk dengan tujuan untuk melindungi kepentingan masyarakat, harus aktif dan vokal terhadap kinerja KPU. Mengingat bahwa LSM merupakan salah satu social control bagi KPU dalam menjalankan tugasnya, maka peran ini tentunya tidak boleh berhenti, meskipun KPU terkesan tidak peduli dan mengabaikan saran dan masukan LSM. Selain itu partai politik, sebagai pihak yang paling memiliki kepentingan terhadap KPU (hasil pemilu) juga harus turut serta dalam membenahi kinerja KPU. Sebab hasil pemilu sangat menentukan kelangsungan hidup partai politik kedepannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada intinya seluruh elemen yang ada di dalam masyarakat harus secara aktif memonitoring KPU. Ini ditujukan agar KPU konsisten dan fokus terhadap tugas yang diembannya. Dan tentunya hal ini dilakukan agar pemilu 2009 terselenggara dengan baik dan mampu menciptakan hasil yang baik pula.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Wallahua’lam bisshowab&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Fitria Nur Fadhilah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;(peneliti institute for sustainable reform)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-941458316149022470?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/941458316149022470/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=941458316149022470' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/941458316149022470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/941458316149022470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/11/menyoal-prioritas-kerja-kpu.html' title='MENYOAL PRIORITAS KERJA KPU'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-3702369105065146379</id><published>2008-10-26T03:37:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T03:38:29.509-07:00</updated><title type='text'>Hujan dan Cinta</title><content type='html'>Hujan mengajarkan pada kita tentang cinta&lt;br /&gt;ia bercerita tentang mendung yang menutupi langit di kala hujan luruh&lt;br /&gt;Atau kisah tentang kelopak bunga yang merekah seusai hujan yang basah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan mengajarkan kita tentang cinta&lt;br /&gt;Bahwa semesta kadang-kadang terlalu luas untuk di tutupinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan mengajarkan kita tentang cinta&lt;br /&gt;Bahwa&lt;br /&gt;Seperti mendung yang menutupi&lt;br /&gt;Seperti itupula cinta yang menutupi hati,&lt;br /&gt;Sampai-sampai terkadang hampir-hampir tidak mampu untuk ditaungi&lt;br /&gt;Seperti kelopak yang merekah&lt;br /&gt;Seperti itupula jiwa yang tengah tersentuh&lt;br /&gt;Seperti semesta yang terlalu luas&lt;br /&gt;Seperti itupula cinta,&lt;br /&gt;Terlalu luas untuk mendapat definisi, pembatasan atau bahkan sekedar memberi arti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;17 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-3702369105065146379?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/3702369105065146379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=3702369105065146379' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3702369105065146379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/3702369105065146379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/10/hujan-dan-cinta.html' title='Hujan dan Cinta'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4983245111849296087.post-2078764387859723371</id><published>2008-10-26T03:35:00.000-07:00</published><updated>2008-10-26T03:37:31.571-07:00</updated><title type='text'>Berkaca pada cinta</title><content type='html'>Aku tengadahkan kepalaku&lt;br /&gt;Meraba-raba pada cermin yang  bernama cinta&lt;br /&gt;Mencoba mencari bayanganku padanya.&lt;br /&gt;Seperti  langit yang menengadahkan wajahnya pada samudera&lt;br /&gt;Tapi  tak kutemukan satupun wujud bayangku di sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Senin 24 Desember 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4983245111849296087-2078764387859723371?l=cahayakeutamaan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/feeds/2078764387859723371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4983245111849296087&amp;postID=2078764387859723371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/2078764387859723371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4983245111849296087/posts/default/2078764387859723371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cahayakeutamaan.blogspot.com/2008/10/berkaca-pada-cinta.html' title='Berkaca pada cinta'/><author><name>lovelyalone</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07654089167478747539</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_pT8KPOe8VyY/SavdaVJdz-I/AAAAAAAAABQ/w_G-56GehdY/S220/survive.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
